Showing posts with label Agama. Show all posts
Showing posts with label Agama. Show all posts
Apakah kalian ingat frasa "manusia adalah pemimpin setidaknya bagi dirinya sendiri"? tadinya kukira kalimat tersebut merupakan kalimat yang berarti bahwa manusia setidaknya mengatur satu makhluk hidup, yaitu bagi dirinya sendiri. dia mengatur apa yang harus dicapai olehnya, mengatur apa yang harus dimakan, diminum, kapan harus tidur dan lain-lain. Tapi aku tidak pernah memikirkan bahwa ternyata hal-hal seperti itu, ternyata tidak hanya mempengaruhi satu makhluk hidup saja, namun setidaknya, ketika membuat suatu keputusan maka itu akan berdampak kepada ratusan juta makhluk hidup yang kita pimpin. makhluk hidup itu adalah sel dan bakteri hidup yang ada di tubuh kita. coba pikirkan lagi, mereka juga 'hidup', kan?

Sel dan bakteri memang bekerja secara mandiri. dia mungkin hanya memperdulikan apa yang perlu dia kerjakan di dalam tubuh kita, namun nasib mereka, apakah mereka akan berumur panjang, apakah mereka bisa hidup sehat, ada di tangan kita. sebagai contoh, dengan memutuskan untuk tidur diatas jam dua belas, itu berarti telah memperpendek waktu sel-sel dalam tubuh untuk mengobati dirinya sendiri, dan secara otomatis juga berarti memperpendek waktu hidup mereka. Dengan begitu, berarti kita telah mendzolimi makhluk lain kan, dalam hal ini adalah sel-sel dan bakteri yang ada dalam tubuh kita.

Segala yang kita makan juga akan berpengaruh terhadap kehidupan kita. Semakin baik kualitas makanan yang kita makan, maka semakin baik pulalah kesehatan keluarga sel-sel tubuh kita. timbal balik yang mereka berikan ke kita juga bukan sembarangan, timbal balik dari memberikan sebuah makanan yang baik kepada koloni mereka adalah nikmat untuk hidup sehat dan jarang sakit. Sebuah timbal balik yang lumayan, kan?

Begitu pula segala sesuatu yang kita kerjakan juga berpengaruh terhadap kondisi sel dalam tubuh kita. sebagai contoh, ketika kalian belajar, kalian memberikan pekerjaan baru kepada neuron-neuron di dalam otak kita yang tadinya mereka menganggur, menjadi punya pekerjaan yaitu menyatukan informasi-informasi yang telah ada pada kita saat ini dan mencoba menghubungkan ke informasi baru yang kita dapatkan. dengan begitu, mereka menjadi lebih kuat. tidak mudah sakit. memberikan timbal balik berupa ingatan yang kuat juga kepada kita.

Hal tersebut juga menjelaskan kepadaku tentang kenapa pada hari kesaksian nanti, yang bersaksi untuk kita adalah tangan, kaki, mata dan bibir kita sendiri. karena setiap dari bagian tubuh kita adalah makhluk yang hidup, butuh makan, bekerja juga layaknya manusia. jadi tentulah ketika kita semakin baik merawat tubuh kita dan menghindari makanan yang menimbulkan penyakit, maka kesaksian dari mereka pun akan semakin baik. kalau kita merawat mereka dengan baik, maka mereka pun akan memberi timbal balik yang baik pula. seperti itulah yang mungkin akan terjadi di hari kesaksian nanti. Koloni sel akan memberi saksi kepada yang maha mempunyai segala sesuatu di bumi ini, tentang apa saja yang sudah kita lakukan, yang merugikan mereka, yang mempercepat kematian mereka, yang merusak kesehatan mereka. Sel akan membuka semua kesalahan kita dihadapan pengadilan.

mulai sekarang, cobalah perlakukan sel-sel dengan lebih baik, ya.


REFERENSI :
QS Yasin :65
Qs. Fushilat: 19-23
Al-Israa’ : 36

WARNING : Ini cerita murni curhat, kalau misalnya mau baca cerita yang lain yang lebih terstruktur atau kritis, baca yang lain aja ya. bisa dilihat di daftar postingan dibawah. makasih :)



Aku baru aja bilang sama temen-temenku, 
"sekarang ini aku lagi hambar hatinya, gak suka sama siapa-siapa wkwk" dari chat sambil buka youtube. pas lagi nge youtube, aku jumpa satu video, judulnya "pokoknya aku cinta sama dia" dari ustad Hanan Ataki. iseng, aku buka itu video.

rupanya, video itu nyeritain ketika rasulullah berhasil membebaskan mekkah, ketika itu semua orang muslim pada balik ke mekkah dan nginep di rumah orang-orang yang disayanginya. dan coba tebak apa yang dilakukan rasullulah? dia jalan ke kuburannya Khadijah, terus udah tidur disitu sambil cerita selama beberapa hari. aku yang ngedenger cerita itu kediem dan jadi mikir sendiri.

aku sebenernya jadi ngebayangin aja yang terjadi pada malam itu. aku kaya mencoba membayangkan kalau aku jadi rasullulah saat itu, dan ketika itu sebenarnya lagi momen bahagia dan rasullulah punya sahabat-sahabatnya, ada istri-istrinya yang dia bisa berkumpul sama mereka. tapi engga. dia datang ke makam orang yang mungkin dia rindu banget, seorang pasangan, sahabat, keluarga yang dia cintai. khadijah. dia pengen cerita bukan ke istri-istrinya yang muda dan cantik, dia pengen cerita ke cinta pertamanya, yang mendampingi dia dalam kondisi apapun. seorang wanita yang melengkapi rasullulah.

ketika aku ngebayangin itu. aku sesak sendiri. aku ga terbayang rasa sepi apa yang menghantui rasullulah. rasa ingin jumpa, ingin meluk, pengen cerita tapi orang tersebut udah berada di dunia yang berbeda. Rasululah pasti kesepian. aku bener-bener gabisa ngebayangin aja kalau aku yang jadi Rasulullah.

Terus aku jadi mikir sendiri, iya sih Rasulullah punya banyak umat. iya sih Rasulullah punya sahabat yang sayang banget sama beliau dan memang rela berjuang bersama menegakkan agama islam bersama beliau. iya sih beliau punya istri yang cantik, yang siap menemani beliau dalam kondisi apapun.

Tapi kondisinya, Rasulullah adalah seorang pemimpin umat. Rasulullah dikenal begitu pada waktu itu sehingga Rasulullah gabisa seenaknya curhat-curhat, nangis-nangis kaya anak kecil, meluapkan kesedihan hatinya kepada umatnya, sahabatnya maupun istri-istrinya tersebut. karena mereka mengenal rasul sebagai sesosok pemimpin panutan. 

Sebenarnya ada beberapa orang yang dengan mereka yang udah mengenal rasul, ada pamannya Rasulullah dan Khadijah. rasulullah itu bisa ngomong apa aja bebas sama mereka. bisa manja-manjaan, nangis, sedih, ngeluh, dan lain-lain. tapi ternyata, orang-orang tersebut di masa perjuangan rasulullah itu udah gaada.udah gabisa dengerin lagi keluhan beliau, tangisan beliau, sehingga akhirnya karena ngerasa punya tanggung jawab besar dan takut mengeluh di depan umat islam yang lain, Rasul akhirnya nyimpen semua keluhannya sendiri dan lebih banyak curhat sama Allah. 

Tapi sebagai manusia, tau kan, kalau memang ada kondisi dimana kita bener-bener butuh orang yang udah tau jelek-jeleknya kita dan kita bisa ngelakuin apa aja di depan dia, dan momen itulah yang jadi sama Rasul, ketika kemenangan itu, dia pengen banget cerita sama sahabat sejatinya, Khadijah. dia kangen yang banget banget banget, dan akhirnya dia tidur di deket kuburannya khadijah.

Dari sana aku bener-bener mikir kalau ini kisah paling romantis, sekaligus paling sedih yang pernah aku ketahui. novel-novel yang aku baca, film-film yang aku tonton ga akan pernah bisa menandingi cerita yang satu ini. cintanya rasul, memang cuma satu untuk khadijah, meskipun mereka akhirnya udah berbeda dunia, Rasulullah tetap sayang banget sama Khadijah. Aku ga ngebayangin gimana sederhananya cinta seorang Rasulullah kepada Khadijah dan Khadijah kepada Rasullah. bagaimana Khadijah dapat menjadi sahabat sekaligus keluarga yang perfect banget sama Rasulullah.

pada suatu hari, aku juga ingin mendapatkan cinta yang sesederhana itu.