Ngomongin Drama : Memories of Alhambra

"Bayangkan ketika realitas dunia bercampur dengan cerita yang ada di gim yang bisa kau mainkan langsung dengan seluruh warga dunia. Selamat datang di Alhambra"

instagram.com/tvndrama.official

Drama korea pada umumnya di persepsikan sebagai suatu hal disukai kaum hawa, dan target biasanya memang kaum hawa. Namun seiring dengan meningkatnya minat masyarakat dunia terhadap drama korea, akhirnya drama yang dimunculkan tidak lagi menyasar hanya pada wanita saja, melainkan juga dengan kaum pria. Salah satu drama yang baru tayang dan menarget pasar kedua gender tersebut adalah, The Memories of Alhambra. Baru dua episode sih. Tapi dua episode itu aja sudah membuatku berpikir, "oke, ini tipe drama yang bakal aku tonton". Drama ini mengusung genre berlapis, yaitu Misteri, Sci-Fi, Romansa, Fantasi, dan Melodrama. Jadi, kebayang aja gimana geniusnya tangan dibalik layar yang nulis naskah ini, dan kebayang juga kan bakal gimana serunya drama yang satu ini
instagram.com/tvndrama.official

Memories of Alhambra berkisah tentang seorang investor bidang teknologi yang kaya melintir, bisa dibilang Crazy Rich Korean bernama Yoo Jin Woo (Hyun Bin), yang kemudian di mendapat telepon dari seorang misterius yang memintanya untuk datang ke Hostel Bonita agar dia bisa menemui orang tersebut. Orang ini seperti yang kita ketahui, telah muncul sejak di awal mula drama di tayangkan. dia diperankan oleh Chanyeol, dan di akhir episode 1 aku mengetahui bahwa namanya adalah Jung See Joo. Sebenarnya tadinya Yoo Jin Woo tidak tertarik sama sekali dengan telepon ini sampai ketika orang ini menyebut nama Cha Hyeong Suk. Jin Woo langsung bangun dan segera menuju ke Hostel Bonita. Untuk bertemu dengan pemain utama lainnya, bernama Jung Hee Jo (Park Shin Hye).
instagram.com/tvndrama.official

Sejak itulah.. kisahpun dimulai!
instagram.com/tvndrama.official

Cerita utama dari drama ini sebenarnya terletak pada Proyek yang ditawarkan oleh Jang See Joo kepada Yoo Jin Woo. Proyek ini bernilai 100 Triliyun won, dan tadinya hampir aja diambil sama musuh bebuyutannya Cha Hyeong Suk. Tapi ternyata Jung See Joo ga mau menerima tawaran Jung See Joo karena suatu hal yang kita belum tahu sodara-sodara. Karena alasan itu pulalah Jang See Joo Menghubungi Jin Woo melalui telepon umum sambil gemetaran. 


Lantas, proyek apa rupanya yang membuat Jang See Joo berakhir menghilang di balik bilik kereta api itu? well, ternyata proyek itu adalah sebuah gim berbasis Augmented Reality yang cuma bisa dimainin di Grenada, Spanyol. Gim ini diciptakan tidak lain dan tidak bukan oleh Jang See Joo yang ternyata masih bocah, 17 tahun. dong. Game ini bukan sekedar game biasa. Cara memainkannya adalah dengan memakai sebuah lensa kontak yang berwarna bening yang dikeluarkan oleh perusahaannya Yoo Jin Woo, J One. Jadi dengan Lensa ini kita bisa jadi Player di dalam Game itu. kehebatan lainnya di game ini adalah, lokasi dan keadaan didalam game bener-bener disesuaikan sama apa yang kita lihat. semisal, untuk mendapatkan pedang berkarat level 1, kita harus pergi menuju lokasi yang diberi tahu oleh game itu, yang ternyata di dalam sebuah cafe. di cafe itu kita ke toilet. dan di toilet itu kita harus mencari si pedang tadi. nah masalahnya itu bener-bener literally cafe. Jadi si pelayannya sampe bingung karena Jin Woo berkali-kali bolak balik ke kafe itu karena ga menang-menang di level 1 haha. selain itu, benda yang ada di depan kita akan masuk ke game itu. dalam cerita, si Jin Woo ngelawan musuh level 1 nya kan, dan di depannya ada mobil asli. eh si musuhnya itu mendarat di atas mobil asli itu dan mobilnya ancur, dong. setidaknya di dalam penglihatan Jin Woo. Musuhnya pun bener-bener kerasa seperti manusia sungguhan. itulah daya tarik dari si gim ini, yang ngebuat musuh bebuyutannya Jin Woo rela merogoh kocek 100 triliyun dalam rangka memperoleh hal milik untuk game tersebut.

Sayangnya, semua teknologi di dunia ini selalu datang dengan dua sisi, yaitu sisi baik dan sisi buruk. termasuk Gim ini. Kita belum tahu dampak buruk apa yang akan ditimbulkan oleh gim ini, yang ngebuat Jung See Joo si penciptanya sendiri ketakutan setengah mati dan meminta bantuan Yoo Jin Woo yang sebenarnya bukan orang yang dikenalnya, lalu malah hilang entah diculik siapa.. Tapi, sejauh ini kita mendapat clue bahwa satu tahun setelah Jin Woo menginvestasikan uangnya ke gim ini, kelihatannya keadaan jadi ngga bisa dikendalikan, ada suatu masalah besar yang muncul, apalagi ketika Jin Woo bilang "aku benar setengahnya, tapi setengahnya lagi adalah kesalahan terbesar". aku yakin benar kalau masalah yang muncul juga berhubungan dengan sang rival, yaitu Cha Hyeongsuk. aku belum bilang kan, kalau dia juga mempunyai perusahaan teknologi, namanya New Word (bukan New World). Sejauh ini aku cuma dapet Clue kalau dia jahat, tapi jahatnya kenapa, aku juga gatau. soalnya kesan awalku terhadap Yoo Jin Woo juga sepertinya ga baik-baik amat.

Aku pribadi sangat takjub dengan sinematografi drama korea yang semakin keren dari tahun ke tahunnya. Pernah suatu ketika aku kembali nonton drama korea lama macam Boys Before Flowers dan My Princess. itu bener-bener beda dari segi sinematografi beserta efek-efeknya. bandingkan aja sendiri. Nonton drama korea di jaman sekarang ini udah kaya nonton film bioskop. apalagi Memories of Alhambra ini, selain menonjolkan segi sinematografinya, efek CGInya pun canggih banget. aku ikut deg-degan dan ikut teriak juga pas Jin Woo berhasil menang. canggih banget, deh. belum lagi make up artis yang sempurnaa banget, bikin tambah betah buat berlama-lama nonton ini drama.

Overall, drama ini menakjubkan. aku berencana nonton sampai akhir, semoga sampai episode 16 masih seru juga bahkan semakin seru.

0 comments:

Post a Comment